reksadana yang bagus untuk pemula

Tips Memilih Reksadana yang Bagus untuk Pemula, Jangan Asal Pilih

Reksadana jadi salah satu instrumen investasi yang diminati pemula karena resikonya dinilai lebih rendah daripada saham. Investor tak perlu terjun secara langsung untuk melihat kondisi pasar karena Manajer Investasi lah yang akan mengelolanya. Kendati demikian, memilih reksadana juga tidak bisa dilakukan secara asal-asalan jika ingin mendapatkan keuntungan yang memuaskan. Berikut ini cara memilih reksadana yang bagus untuk pemula. 

Cara Memilih Reksadana untuk Pemula

Di zaman sekarang, investasi reksadana bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun berkat adanya aplikasi saham OJK untuk pemula. Nah, sebelum memilih aplikasi untuk investasi, pemula harus tahu cara tepat memilih reksadana terlebih dahulu. 

Tentukan tujuan investasi 

Ada empat jenis reksadana yang bisa dijadikan instrumen investasi, yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran. Masing-masing jenis memiliki karakteristik dan keuntungan yang berbeda-beda. Oleh karenanya, sebelum menentukan pilihan pada salah satu jenis reksadana, sebaiknya investor pemula menentukan tujuan investasi terlebih dahulu. Apakah investasi tersebut merupakan jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. 

Baca Juga :  Investasi portofolio dan Investasi langsung merupakan jenis investasi luar negeri, jelaskan menurut Anda apa yang dimaksud dengan kedua jenis investasi tersebut

Bagi investor yang menginginkan investasi jangka panjang untuk persiapan hari tua, reksadana untuk pemula yang paling tepat adalah reksadana saham. Sementara untuk investor yang menginginkan investasi jangka menengah, reksadana campuran bisa jadi pilihan yang pas. Sedangkan investasi jangka pendek akan lebih cocok dengan reksadana pasar uang yang bisa dinikmati hasilnya kurang dari 1 tahun. 

Perhatikan risiko dan keuntungannya 

Dalam memilih reksadana yang bagus untuk pemula, calon investor harus mempertimbangkan risiko dan keuntungannya. Sebab, investasi reksadana cukup berfluktuasi, sehingga investor  bisa saja mengalami kerugian. Biasanya risiko fluktuasi dipengaruhi oleh kondisi pasar dan kemampuan dari Manajer Investasi. Oleh karenanya, calon investor perlu update informasi-informasi terbaru soal risiko dan keuntungan dari reksadana yang akan dipilih. 

Baca Juga :  Investasi pada manusia melalui pendidikan,ada 2 yaitu human capital dan investasi fisik. apa perbedaan antara keduanya?? dan pendapat anda tentang investasi human capital dgn investasi fisik??

Sesuaikan dengan karakteristik investor 

Memilih reksadana juga harus disesuaikan dengan karakteristik calon investor. Secara keseluruhan, ada tiga karakteristik investor, yakni konservatif yang cenderung cari aman, investor agresif, dan moderat. Bagi investor yang cenderung cari aman, jenis reksadana pasar uang lebih tepat karena resikonya pun minim. Sementara buat investor yang agresif dan cenderung berani mengambil resiko, reksadana saham merupakan pilihan pas. Meskipun resikonya tinggi, tapi return-nya pun juga tinggi. 

Cari tahu beban biaya yang ditanggungkan pada investor 

Investasi reksadana memang dikenal minim resiko, tapi ada beban biaya atau expense ratio yang harus dibayar investor. Expense ratio ini meliputi biaya marketing, trading, kustodian, dan lain sebagainya. Biasanya, semakin kecil expense ratio, maka semakin andal pula Manajer Investasi dalam mengelola reksadana. 

Baca Juga :  Mana Yang Lebih Menguntungkan Investasi Di Reksadana Atau Trading Crypto Untuk Para Pemula ? 

Itu dia cara memilih reksadana yang bagus untuk pemula agar terhindar dari kerugian. Selamat berinvestasi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.